Menjawab dusta kesyirikan qosidah burdah
Coba perhatikan video dibawah ini
mungkin setelah melihat video tersebut kita akan langsung percaya bahwa syair burdah berlebihan dalam memuji nabi (ghuluw) bahkan bisa menyebabkan syirik penyebab prespektif syirik dalam qosidah burdah tsb tidak lain dan tidak bukan timbul karena pemahaman yang terlalu tekstual dalam memahami sesuatu...dan memotong bait yang berhubungan (bait yang dipotong yakni ولن يضيق رسول الله جاهك بي # إذا الكريم تحلى بإسم منتقم) menjadi sepenggal sepenggal sebagaimana dalam video diatas
-karena itu saya akan menjelaskan dengan sedikit ilmu yang saya miliki bahwa anggapan (video diatas) adalah salah, adapun bait qosidah burdah yang dianggap kemusyrikan ialah yang berbunyi- يا أكرم الخلق مالي من ألوذ به # سواك عند حلول الحادث العمم
(( ولن يضيق رسول الله جاهك بي # إذا الكريم تحلى بإسم منتقم)) (dipotong didalam video)
- فإن من جودك الدنيا وضرتها # ومن علومك علم اللوح والقلم
Jika kita terlalu tekstual maka memang akan muncul anggapan bahwa bait tsb mengandung kesyirikan
Karena jika kita artikan secara tekstual maka artinya akan seperti berikut
" wahai paling mulianya makhluk (rasulullah) tidak ada pelindung bagiku ketika terjadinya musibah yang merata kecuali kepadamu"
(mereka mengganggap imam bushiri terlalu berlebihan dalam memuji nabi saw.)
Dan mereka memotong bait berikut ini
"Dan tidak akan menjadi sempit keagungan rasulullah disebabkan diriku, tak kala dzat yang maha mulia bersifat dengan sifat penyiksa"
"Maka sungguh diantara pemberianmu ialah dunia dan akhirat dan dan diantara ilmumu ialah ilmu lauh mahfudz dan qalam pena"
(mereka mengganggap imam bushiri terlalu berlebihan dalam memuji nabi saw.)
- Penjelasan bait pertama saya nukilkan dari kitab hasiyah bajuri alal burdah hal 79 terbitan al haramain
وقوله عند حلول الحادث العمم أي عند نزول الحادث العمم ي الشامل لجميع الخلق والمراد بذالك الحادث هول يوم القيامة فإن كل من الرسل يقول حينئذ نفسي نفسي ويخبر بأن الله غضب اليوم غضبا لم يغضب مثله قبله ولا يغضب مثله بعده والنبي صلى الله عليه وسلم يقول أمتي أمتي....
Dan adapun ladafdz qosidah yang berbunyi عند حلول الحادث العمم yakni berarti "ketika turunya musibah yang merata kepada seluruh makhluk" dan maksud musibah merata tsb yakni peristiwa kengerian hari kiamat (dan hal ini masuk akal, karena kiamat memang terjadi merata bagi seluruh makhluk jin dan manusia dari masa awal sampai akhir zaman) karena sesungguhnya semua dari para rasul ketika kengerian hari kiamat terjadi mereka berkata "aduhai jiwaku, aduhai jiwaku" (mengkhawatirkan diri sendiri) dan para rasul juga memberitahukan bahwa Allah telah murka dengan kemurkaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya seperti yang sekarang maupun sesudahnya, tetapi rasul saw malah bersabda seraya berbelas kasihan "aduhau umatku, aduhai umatku".....
Maka arti yang tepat dari bait
يا أكرم الخلق مالي من ألوذ به # سواك عند حلول الحادث العمم
Adalah "wahai paling mulianya makhluk tidak ada tempat berlindung bagiku kecuali kepadamu ketika terjadinya kengerian hari kiamat"
Dan arti tsb sangat tepat karena bersesuain dan bersambung dengan bait berikutnya
ولن يضيق رسول الله جاهك بي # إذا الكريم تحلى بإسم منتقم
"Dan tidak akan menjadi sempit keagungan rasulullah disebabkan (menolong) diriku (yang penuh maksiat), tat kala dzat yang maha mulia bersifat dengan sifat penyiksa"
- penjelasan bait ketiga saya nukilkan dikitab yang sama di hal 81
...وفي كلامه تقدير مضاف أي خير الدنيا وضرتها التي هي الأخرة فمن خير الدنيا هدايته صالى الله عليه وسلم ومن خير الأخرة شفاعته صلى الله عليه وسلم...
Dan di dalam perkataannya imam bushiri (bait) yakni mengira ngira mudhof (jadi ada mudhof [kalimat] yang dibuang karena menyesuaikan dengan syiiran atau demi ringkasnya kalam) dan kalimat yang dibuat itu adalah خير (kebaikan).. jadi yang dimaksud adalah kebaikan dunia dan kebaikan akhirat,...dan diantara kebaikan dunia ialah petunjuk/hidayahnya rasul saw. Dan diantara kebaikan akhirat ialah syafaat rasulullah di hari kiamat
Jadi arti yang benar dari bait
فإن من جودك الدنيا وضرتها # ومن علومك علم اللوح والقلم
"Maka sungguh diantara pemberianmu mu ialah [Kebaikan] dunia (yakni hidayah) dan [kebaikan] [akhirat] (yakni syafaat), dan diantara ilmumu ialah ilmu lauh mahfudz dan qalam pena"
Lohh lohh lantas lafadz ومن علومك علم اللوح والقلم apa tidak dianggap berlebihan dalam memuji rasul, padahal yang mengetahui urusan lauh mahfudz dan pena hanya Alalh??
Jawabannya tidak dan lafadz tsb benar dan tidak ada unsur kesyirikan didalamnya,...karena memang rasul saw. Telah mengetahui sebagian atau bahkan seluruh ilmu lauh mauhfudz ...hal tsb sebagaimana diterangkan di kitab di al umdah fi syarhil burdah hal 669
ووجه كون "علم اللوح والقلم من بعض علومه صلى الله عليه وسلم أن الله تعلى أطلعه ليلة الإسراء على جميع ما في اللوح المحفوظ، وزاده علوما أخر،كالأسرار المتعلقة بذاته سبحانه وتعالى وصفته
Dan adapun adanya ilmu lauh mahfudz merupakan sebagian dari ilmunya rasulullah saw. Dikarenakan bahwa Allah swt. Menampakkan padanya di malam lailatul isra' atas semua yang terdapat di lauh mahfudz dan Allah juga menambahkankan rasul ilmu lain, yakni rahasia rahasia yang berhubungan dengan eksistensi Allah swt
Dan sebagian ulama lain ada yang berdalil
Dengan hadits riwayat ahmad no. 21361
قَالَ أَبُو ذَرٍّ: "لَقَدْ تَرَكَنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَا يُحَرِّكُ طَائِرٌ جَنَاحَيْهِ فِي السَّمَاءِ إِلَّا أَذْكَرَنَا مِنْهُ عِلْمًا "
Abu Dzar berkata "sungguh, Muhammad saw. telah meninggalkan Kita, dan tiada burung yang mengepakkan sayapnya di udara kecuali beliau telah menyebutkan kepada Kami akan ilmunya
dan hal terpenting yang perlu di ingat, bahwasannya ilmu rasulullah saw. jelas berbeda dengan ilmu allah. karena ilmu allah tidak tidak terbatas, dan tidak terbatas pada lauhul mahfudz saja
Maka pemahaman yang tepat dari bait yang dianggap syirik oleh wahhabi padahal nyatanya tidak, sebagaimana yang telah saya jelaskan panjang lebar diatas
adalah sebagai berikut
يا أكرم الخلق مالي من ألوذ به # سواك عند حلول الحادث العمم
ولن يضيق رسول الله جاهك بي # إذا الكريم تحلى بإسم منتقم
فإن من جودك الدنيا وضرتها # ومن علومك علم اللوح والقلم
"wahai paling mulianya makhluk tidak ada tempat berlindung bagiku kecuali kepadamu ketika terjadinya kengerian hari kiamat "
"Dan tidak akan menjadi sempit keagungan rasulullah disebabkan (menolong) diriku (yang penuh maksiat), tat kala dzat yang maha mulia bersifat dengan sifat penyiksa"
"Maka sungguh diantara pemberianmu mu ialah[Kebaikan] dunia (yakni hidayah) dan [kebaikan] [akhirat] (yakni syafaat), dan diantara ilmumu ialah ilmu lauh mahfudz dan qalam pena"
Sekian wallahu a'la wa a'lam
.jpg)
0 Response to "Benarkah qosidah burdah mengandung kesyirikan??"
Posting Komentar